Tentang WNPG

Latar Belakang

Indonesia termasuk satu di antara negara-negara yang belum mencapai beberapa target MDGs dan harus diupayakan dalam SDGs, masih ada 18 dari 67 indikator yang belum dapat dicapai pada akhir pelaksanaan MDGs, salah satu diantaranya adalah tujuan MDGs 1.2, yaitu proporsi penduduk dengan asupan kalori di bawah tingkat konsumsi minimum (Bappenas, 2015).Kondisi ini salah satunya diindikasikan oleh masih tingginya prevalensi stunting yang disebabkan oleh kurang asupan gizi dalam waktu cukup lama.Data Riskesdas 2013 menunjukkan proporsi stunting sebesar 36,8% (2007), 35,6% (2010) dan 37,2% (2013) (Rikesdas, 2013). Untuk itu, pemerintah telah mengupayakan cukup banyak kebijakan dan intervensi program, tetapi masih diperlukan tindaklanjut yang lebih baik. Setidaknya saat ini telah ada program yang menargetkan 100 kabupaten/kota sebagai prioritas intervensi stunting ditahun 2017. Selain, telah adanya Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) 2017-2019 yang baru keluar bulan Oktober yang lalu. Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) merupakan forum lintas pemangku kepentingan yang dapat berperan secara strategis dalam upaya mempertemukan dan mensinkronisasikan berbagai program dan kebijakan pangan dan gizi untuk percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

Rumusan Masalah

Permasalahan kekurangan gizi yang menyebabkan stunting merupakan kendala besar dalam menciptakan SDM yang cerdas, sehat, dan produktif untuk dapat berdaya saing tinggi. Dalam rangka menurunkan angka stunting, intervensi gizi spesifik dan sensitif dilakukan dengan melibatkan berbagai sektor.

Berdasarkan persolan di atas, maka pertanyaan mendasar yang perlu dijawab:

  1. Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan intervensi gizi yang telah ada, sehingga mampu mendorong political will seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan bidang pangan dan gizi untuk terlibat dan mencari model implementasi partisipatif yang melibatkan komunitas untuk terlibat aktif didalamnya.
  2. Bagaimana strategi percepatan efektivitas program penurunan stunting yang sinergis melibatkan, pemerintah pusat dan daerah, industri, akademisi, masyarakat serta pasar sebagai penyedia pasokan pangan yang sehat dan terjangkau.

Tujuan

Tujuan umum:

Merumuskan strategi kebijakan serta program pangan dan gizi lintas pemangku kepentingan dalam pengurangan prevalensi stunting lima tahun ke depan, guna masukan RPJMN 2020-2024.

Tujuan khusus:

  1. Menyempurnakan standar kebutuhan gizi dan acuan label gizi.
  2. Menyusun strategi pelayanan gizi yang lebih efektif.
  3. Menyusun strategi peningkatan aksesibilitas pangan yang beragam.
  4. Menyusun strategi peningkatan penjaminan keamanan dan mutu pangan.
  5. Menyusun strategi peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat.
  6. Menyusun strategi koordinasi antar pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga tingkat lokal.

Tema

Percepatan penurunan stunting melalui revitalisasi ketahanan pangan dan gizi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan

Target

Target yang akan dicapai dalam pelaksanaan WNPG XI yaitu:

  1. Jangka pendek: Bahan penyusunan RPJMN 2020 – 2024.
  2. Jangka menengah: Diadopsinya rekomendasi WNPG ke dalam program pangan dan gizi lintas kementerian dan berbagai level lembaga nasional dan lokal.

Jangka panjang: Mendukung pencapaian SDGs No. No.2, 3, 6 (target 1 dan 2) dan No.12 (langsung) dan No 1, 13,14 dan 15 (tidak langsung).

Topik Bidang dan Mitra Penyelenggara

Sejalan dengan pilar RAN PG 2017-2019, maka akan ada 5 (lima) topik bidang bahasan.  Tema-tema yang terkait dalam setiap pembahasan bidang sebagaimana berikut:

No. Bidang Penangung Jawab/ Pemangku Kepentingan Utama
1 Peningkatan Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan
2 Peningkatan Aksesibilitas Pangan yang Beragam –     Badan Ketahanan Pangan

–     Kementerian Kelautan dan Perikanan

3 Peningkatan Penjaminan Keamanan dan Mutu Pangan –     Badan Standarisasi Nasional

–     Badan Pengawasan Obat dan Makanan

4 Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kementerian Kesehatan
5 Koordinasi Pembangunan Pangan dan Gizi Bappenas

Mengingat kegiatan WNPG merupakan kegiatan multi-stakeholders, maka kegiatan-kegiatan bidang melibatkan:

  1. Pemerintah Pusat
  2. Pemerintah Daerah (Propinsi/Kabupaten/Desa)
  3. Industri (Asosiasi dan Perusahaan)
  4. Akademisi (Lembaga Penelitian dan Universitas)
  5. Organisasi/Kelompok Masyarakat

Luaran

Luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini, antara lain:

  1. Naskah kerja masing-masing bidang.
  2. Dokumen Standar acuan gizi dan label acuan gizi.
  3. Buku Panduan WNPG dan Kumpulan extended abstract untuk poster terpilih WNPG XI.
  4. Naskah Ringkasan strategi percepatan penurunan stunting melalui revitalisasi ketahanan pangan dan gizi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan
  5. Naskah akademik untuk masukan RPJMN 2020-2024.